Sabtu, 03 Maret 2012

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR STOMATA



BAB I
PENDAHULUAN
I.I latar Belakang Masalah
Stomata berasal dari bahasa Yunani yaitu stoma yang berarti lubang atau porus, jadi stomata adalah lubang-lubang kecil berbentuk lonjong yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup (Guard Cell), dimana sel penutup tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami kejadian perubahan bentuk dan fungsi yang dapat mengatur besarnya lubang-lubang yang ada diantaranya .
Stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau, terutama sekali pada daun-daun tanaman. Pada submerged aquatic plant atau tumbuhan yang hidup dibawah permukaan air terdapat alat-alat yang strukturnya mirip dengan stomata, padahal alat-alat tersebut bukanlah stomata. Pada daun-daun yang berwarna hijau stomata terdapat pada satu permukaannya saja.
Aktivitas stomata terjadi karena hubungan air dari sel-sel penutup dan sel-sel pembantu. Bila sel-sel penutup menjadi turgid dinding sel yang tipis menggembung dan dinding sel yang tebal yang mengelilingi lubang (tidak dapat menggembung cukup besar) menjadi sangat cekung, karenanya membuka lubang. Oleh karena itu membuka dan menutupnya stomata tergantung pada perubahan-perubahan turgiditas dari sel-sel penutup, yaitu kalau sel-sel penutup turgid lubang membuka dan sel-sel mengendur pori atau lubang menutup .
Stomata membuka karena sel penjaga mengambil air dan menggembung dimana sel penjaga yang menggembung akan mendorong dinding bagian dalam stomata hingga merapat. Stomata bekerja dengan caranya sendiri karena sifat khusus yang terletak pada anatomi submikroskopik dinding selnya. Sel penjaga dapat bertambah panjang, terutama dinding luarnya, hingga mengembang ke arah luar. Kemudian, dinding sebelah dalam akan tertarik oleh mikrofibril tersebut yang mengakibatkan stomata membuka.
Pada saat stomata membuka akan terjadi akumulasi ion kalium (K+) pada sel penjaga. Ion kalium ini berasal dari sel tetangganya. Cahaya sangat berperan merangsang masuknya ion kalium ke sel penjaga dan jika tumbuhan ditempatkan dalam gelap, maka ion kalium akan kembali keluar sel penjaga.
Stomata tumbuhan pada umumnya membuka pada saat matahari terbit dan menutup saat hari gelap sehingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Umumnya, proses pembukaan memerlukan waktu 1 jam dan penutupan berlangsung secara bertahap sepanjang sore. Stomata menutup lebih cepat jika tumbuhan ditempatkan dalam gelap secara tiba-tiba. Terbukanya stomata pada siang hari tidak terhambat jika tumbuhan itu berada dalam udara tanpa karbon dioksida, yaitu keadaan fotosintesis tidak dapat terlaksana.
1.2 Tujuan
      Tujuan praktikum ini adalah agar dapat mengetahui struktur stomata pada daun serta proses membuka dan menutupnya stomata.











BAB II
BAHAN DAN METODE
2.1 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang disunakan dalam pengamatan ini adalah daun jadam, larutan, NaCl 1 M, NaCl 2 M, Sukrosa 1 M, Sukrosa 2 M, pipet tetes, petridish/tabung reaksi, mikroskop, tissue, objek glass, cover glass, cutter, petridish, dan pinset.
2.2  Metode
2.2.1        Mengamati struktur stomata
1.      Menyimpan tanaman segar yang akan digunakan dibaeah sinar matahari.
2.      Membuat preparat stomatabdengan cara membuat sayatan tipis pada salah satu permukaan daun berbentuk persegi empat.  Dengan menggunakan pinset yang lancip, mencabut dengan hati-hati lapisan epidermis dari kotak-kotak persegi panjang yang telah terbentuk pada permukaan daun, kemudian meletakkan pada tetesan aquades yang telah disiapkan pada gelas objek.
3.      Untuk menghindari terbentuknya gelembung udara, secepatnya memfokuskan mikroskop ke preparat dan gunakan sumber cahaya berkekuatan rendah.
4.      Mengamati dan menggambar struktur stimata tersebut.

2.2.2        Mengamati Proses Menutupnya Stomata
1.      Fokuskan mikroskop pada stomata yang terbuka lebar dan terlihat jelas. Gunakan sumber cahaya berkekuatan tinggi.
2.      Melalui salah satu sisi gelas penutup, tambahkan beberapa tetes NaCl 2M. pada sisi penutup yang lain, tempelkan kertas isap atau kertas tisu dan mendorong kertas tisu sepanjang sisi gelas penutup.
3.      Amati proses menutupnya stomata dan catat berapa lama waktu yang dibutuhkan stomata untuk menutup.
4.      Lakukan percobaan diatas dengan menggunakan NaCl 1M dan sukrosa 1M dan 2M.
5.      Masukkan data yang di peroleh pada tabel.


























BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

3.1  Hasil Pengamatan
3.1.1  Hasil Pengamatan Struktur Stomata
Dari pengamatan yang dilakukan pada daun jadam ( Rhoeo discolor), maka di dapatkan hasil stomata sebagai berikut:
 
http://thestoryofstory.files.wordpress.com/2010/01/stomata1.jpg
Keterangan  :
1.      Stoma
2.      Sel penjaga
3.      Sel penutup





3.1.2 Hasil Pengamatan Proses Menutupnya Stomata

No
Jenis Larutan
Lama Waktu Stomata Menutup
1
NaCl 1 M
120 detik
2
NaCl 2 M
90 detik
3
Sukrosa 1 M
52 detik
4
Sukrosa 2 M
39 detik

Gambar stomata sebelum ditetesi NaCl
Gambar tomata setelah ditetesi NaCl



Stomata sebelum ditetesi sukrosa
Stomata setelah ditetesi sukrosa



3.2  Pembahasan
Pada praktikum kali ini, sayatan tipis daun jadam yang dimasukan ke dalam larutan NaCl 1M dan 2M, serta Sukrosa 1M dan 2M. Hal ini untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan stomata untuk menutup. Proses membuka dan menutupnya stomata dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, PH, Ion K+, konsentrasi, dan temperatur. Tapi pada praktikum kali ini terbuka atau menutupnya stomata karena dipengaruhi konsentrasi.
Pada sayatan daun jadam yang pertama, di beri tetesan larutan NaCl 1M dan setelah waktu 20 detik larutan mulai masuk kedalam sayatan yang diamati. Lalu mulai terlihat stomata menutup ketika 120 detik dari penghitungan. Jadi waktu yang diperlukan untuk menutupnya stomata selama 100 detik.  Pada sayatan daun jadam yang kedua, di beri tetesan larutan NaCl 2M dan setelah waktu 20 detik larutan mulai masuk kedalam sayatan yang diamati. Lalu mulai terlihat stomata menutup ketika 90 detik dari penghitungan. Jadi waktu yang diperlukan untuk menutupnya stomata selama 70 detik.
Pada sayatan daun jadam yang ketiga, di beri tetesan larutan Sukrosa 1M dan setelah waktu 22 detik larutan mulai masuk kedalam sayatan yang diamati. Lalu mulai terlihat stomata menutup ketika 52 detik dari penghitungan. Jadi waktu yang diperlukan untuk menutupnya stomata selama 30 detik.
Pada sayatan daun jadam yang keempat, di beri tetesan larutan Sukrosa 2M. Lalu mulai terlihat stomata menutup ketika 39 detik dari penghitungan. Jadi waktu yang diperlukan untuk menutupnya stomata selama 39 detik.
Fungsi stomata:
·            Sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosintesis
·            Sebagai jalan penguapan (transpirasi)\
·            Sebagai jalan pernafasan (respirasi)
Sel yang mengelilingi stomata atau biasa disebut dengan sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup.
Sel penutup letaknya dapat sama tinggi, lebih tinggi atau lebih rendah dari sel epidermis lainnya. Bila sama tinggi dengan permukaan epidermis lainnya disebut faneropor, sedangkan jika menonjol atau tenggelam di bawah permukaan disebut kriptopor. Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian berlapis lignin.
Berdasarkan hubungan ontogenetik antara sel penjaga dan sel tetangga, stomata dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:
1.      Stomata mesogen, yaitu sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama.
2.      Stomata perigen, yaitu sel tetangga berkembang dari sel protoderm yang berdekatan dengan sel induk stomata.
3.      Stomata mesoperigen, yaitu sel-sel yang mengelilingi stomata asalnya berbeda, yang satu atau beberapa sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama, sedangkan yang lainnya tidak demikian.
Pada tumbuhan dikotil, berdasarkan susunan sel epidermis yang ada di samping sel penutup dibedakan menjadi empat tipe stomata, yaitu:
1.      Anomositik, sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak beda ukuran dan bentuknya dari sel epidermis lainnya. Umum pada Ranuculaceae, Cucurbitaceae, Mavaceae.
2.      Anisositik, sel penutup diiringi 3 buah sel tetangga yang tidak sama besar. Misalnya pada Cruciferae, Nicotiana, Solanum.
3.      Parasitik, setiap sel penutup diiringi sebuah sel tetangga/lebih dengan sumbu panjang sel tetangga itu sejajar sumbu sel penutup serta celah. Pada Rubiaceae, Magnoliaceae, Convolvulaceae, Mimosaceae.
4.      Diasitik, setiap stoma dikelilingi oleh 2 sel tetangga yang tegak lurus terhadap sumbu panjang sel penutup dan celah. Pada Caryophylaceae, Acanthaceae.





BAB IV
KESIMPULAN

1.      Stomata berasal dari bahasa Yunani yaitu stoma yang berarti lubang atau porus, jadi stomata adalah lubang-lubang kecil berbentuk lonjong yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup (Guard Cell), dimana sel penutup tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami kejadian perubahan bentuk dan fungsi yang dapat mengatur besarnya lubang-lubang yang ada diantaranya .
2.      Fungsi stomata yaitu Sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosintesis, Sebagai jalan penguapan (transpirasi), juga Sebagai jalan pernafasan (respirasi).
3.      Pada saat stomata membuka akan terjadi akumulasi ion kalium (K+) pada sel penjaga. Ion kalium ini berasal dari sel tetangganya. Cahaya sangat berperan merangsang masuknya ion kalium ke sel penjaga dan jika tumbuhan ditempatkan dalam gelap, maka ion kalium akan kembali keluar sel penjaga.
4.      Sel penutup letaknya dapat sama tinggi, lebih tinggi atau lebih rendah dari sel epidermis lainnya. Bila sama tinggi dengan permukaan epidermis lainnya disebut faneropor, sedangkan jika menonjol atau tenggelam di bawah permukaan disebut kriptopor. Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian berlapis lignin.






DAFTAR PUSTAKA

Loveless, A. R. 1991. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Soedirokoesoemo, Wibisono. 1993. Materi Pokok Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Suradinata, Tatang. 1993. Petunjuk Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Anonim, 2009. Transportasi pada Tumbuhan. http://tedbio.multiply.com/journal/. Diakses pada hari Rbu, 24 Mei 2011.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar